EXSPRESA KAKAK ALUMNI MAHID

 

AKHIR CINTA

Percayakah bila suatu saat cinta harus berakhir dengan kepedihan yang begitu menyayat dihati? Tapi menimbulkan ketulusan tersendiri, yang belum Tentu bisa dilakukan setiap insan??.

Aku akan pergi dari sini setelah kamu nikah, dan aku akan memastikan kalau kamu akan bahagia dengannya”

“Apakah kamu ingin aku nikah dengannya? dan kamu ingin hubungan kita berakhir disini?”

“Bukan itu maksudku, aku Cuma ingin kamu bahagia,dengan jalan itu mungkin kamu bisa membuat keluargamu dan keluarganya bahagia”

“Ya, mungkin mereka akan bahagia, tapi tidak denganku, kamu pikir ku bisa hidup tenang dengannya?”

“Cobalah untuk belajar mencintainya, seperti yang sudah kamu lakukan padaku selama ini, dengan begitu kamu akan bisa bahagia dengannya…”

“Aku tak akan bisa mencintainya!”

”Karena kamu belum mencoba!”kataku dengan suara keras

”Sampai kapan ku harus mencoba?”

”Sampai kamu bisa mencintainya, seperti kamu mencintaiku”

”Aku benar-benar ga’ bisa Rifka, karna yang ada di hatiku hanya kamu, bukan dia”

”Kalau kamu mencintaiku, tolong…! nikahilah dia,  bahagiakanlah dia, bahagiakan keluarganya dan tentunya keluargamu juga. Demi aku…!” kataku pelan dan penuh harap.

Dia memandangku dengan tatapan tajam, ku memandangnya sesaat lalu menunduk. Aku merasa air mataku mau tumpah, tapi sebisa mungkin aku tahan, aku tak berani menangis didepannya. Aku diam, begitu juga dengan dia, tak ada suara yang keluar dari mulut kami. Ya. Suasana hening. Aku bingung, sedih dan takut, takut akan kehilangan dia. Sebenarnya, hatiku ga’ rela kalau dia menikah dengan gadis lain karena aku sangat mencintainya. Tapi kenapa dia harus dijodohkan dengan gadis lain? parahnya itu adalah sahabatku sendiri?. Dari awal memang Rita sahabatku, nggak tau kalau aku dengan David ada hubungan, karena ku belum cerita ma dia. Dia taunya aku punya hubungan khusus dengan orang lain, dan dia juga tidak tanya dengan siapa. Jadi ku pikir, tak penting ku ceritakan lambat laun dia juga nggak pernah menanyakan hal itu lagi. So! Aku tutup mulut. Dan satu minggu yang lalu, aku bagaikan disambar petir disiang bolong, saat Rita bilang, kalau dia mau dijodohkan sama David pujaan hatinya, oleh orang tuanya. Dan saat itu Rita belum juga tau kalau David adalah kekasihku. Dan saat itu pula ku baru tau, kalau sebenarnya, sudah lama Rita menyimpan perasaan kagum pada David, jauh sebelum aku kenal  David. Rita sangat mengharapkannya, dia ingin David menjadi belahan jiwanya untuk selamanya. Tak ada yang bisa ku lakukan saat itu, kecuali diam mendengarkan ceritanya.  Kenapa nggak bilang dari dulu Rit? kalau kamu suka sama David? Ataukah ini salah ku, karena tidak dari dulu ku menceritakannya pada Rita yang jelas-jelas dia sahabatku?

Sebenarnya David udah mau menolak keputusan itu setelah menceritakannya padaku, tapi ku melarangnya walau hatiku terasa sakit. Aku menyarankan untuk tetap menerimanya. Ini ku lakukan karena Rita adalah sahabatku satu-satunya yang bisa mengerti aku, ada dalam suka dukaku, bahkan aku dianggap sebagai saudaranya sendiri, karena dia adalah anak tunggal. Oh…Andaikan Rita bukan sahabatku, aku akan menyetujui keputusan David untuk menolaknya.  Tapi kenyataannya sekarang berbalik 360 derajat.  Hatiku sakit, sakit dan sangat sakit, aku belum pernah merasakan sakit ini sebelumnya. Ya Tuhan…apakah yang ku katakan pada David adalah keputusan yang tepat?

”Rifka, apa kau yakin dengan perkataanmu tadi?” tanya David dengan terus memandangku

”Ya aku yakin!. ”kataku tegas, tapi, jauh dilubuk hatiku tak setegas ucapanku

”Baik, aku akan menuruti saranmu, tapi ingat jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kau buat sendiri, dan satu lagi Rif hubungan kita tidak akan putus, kecuali bila nanti aku benar-benar telah akad nikah dengannya. Dan ku minta kau hadir saat aku menikah dengannya nati, jika kau tidak hadir, kau pengecut!”

”Ini pertemuan terakhir kita, Assalamualaikum” lanjutnya lalu pergi begitu saja.

”Waalaikumsalam” jawabku lirih, butir-butir air mataku menetes, menetes dan menetes. aku menangis. ”Aku nggak sanggup melepasmu David…!” teriakku dalam hati. Aku hampir menganggap ini adalah sebuah mimpi, tapi ternyata, ini adalah kenyataan yang pahit yang harus ku terima.

                                                                        …@@@…

Ku buka jendela kamarku pelahan-lahan, ku hirup udara pagi. Begitu sejuk. Langit cerah berhiaskan senyuman matahari yang khas pula. Tapi cerahnya langit itu tak secerah suasana hatiku yang kian hari kian mendung. Ku tatap apa yang ada didepanku, tiba-tiba hp berbunyi membuyarkan lamunanku. Sms dari rita.

Rifka datanglah kerumahku, sekarang penting! Hp ku masukkan tas, aku bersiap-siap hendak pergi. Ku keluarkan motorku lalu melaju dan menuju kerumah Rita. Disepanjang perjalanan kerumahnya, aku khawatir sekali, mungkinkah dia sudah tau akan semuanya? sehingga aku disuruh kerumahnya, untuk membicarakan hal ini berdua? Ah…semoga tidak!.Hatiku deg-deg-an. Aku berusaha untuk menghilangkan rasa penasaran itu, tapi tetap saja ada. Lima menit kemudian ku sudah ada didepan rumahnya. Rita keluar dan mempersilahkanku masuk, dan setelah mengambil minuman serta sepiring kue, dia duduk disampingku. Jantungku semakin bergetar. Apa yang akan ia sampaikan padaku?

”Rif,kamu sekarang nggak sibuk kan?”

”Ga’ emang napa?”

”Anterin aku ya,ke butik!.”

”Boleh…”jawabku dengan perasaan lega.ternyata tidak seperti yang ku duga saat menemani Rita ke butik ku berusaha untuk selalu tegar, ku berusaha untuk menghiasi bibirku dengan senyuman dan ku berusaha untuk menguatkan hatiku lebih-lebih saat dia cerita soal David. Tapi sebenarnya hatiku merintih kesakitan, sangat sakit dan itu terjadi hampir setiap hari. Karena ku harus membantu mempersiapkan pernikahannya. Ya…ini adalah tahap pertama, tapi rasa sakit hati ini demikian perihnya. Apalagi saat aku melihat mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri, bagaimana sakitnya saat itu?

Coba anda bayangkan!, jika anda mencintai seseorang dan diapun juga demikian, sangat mencintai anda, tapi suatu ketika, orang yang anda cintai dijodohkan dengan orang lain, yang tak lain adalah sahabat anda sendiri, sahabat yang ada dalam suka duka anda, sahabat yang susah dicari, dan parahnya lagi sahabat anda tidak tau, kalau orang yang dijodohkan dengannya adalah orang yang kemarin, sekarang atau bahkan besok adalah orang yang anda cintai. Sahabat anda memang tidak tau! benar-benar tidak tau, sehingga dengan leluasa ia menceritakan profilnya didepan mutanpa rasa malu bahkan sungkan sedikitpun padamu.Apa yang anda rasakan selain rasa sakit yang menyayat dihati? Dan haruskah anda mendendam pada diri sahabat anda sendiri? Tentu saja tidak!!!

        Ku duduk disofa sedangkan Rita masih asyik memilih-milih baju. Lumayan banyak, orang yang keluar masuk butik itu, mulai dari cewek, cowok, bahkan para orang tua yang tak jarang membawa serta anak mereka. Untungnya butik itu besar jadi dengan leluasa mereka memilihnya. Lima menit sudah ku duduk di sofa itu.

”Rifka!”panggil Rita. Ku menoleh kearahnya dan menghampirinya.

”Ada apa?”

”Aku bingung nih, mau pilih yang mana,pilihin dong! Selera kamu kan bagus-bagus”

”Emang selera kamu, selera aku juga?”

”Ya iyalah bukannya itu dari dulu?”

Aku hanya menganggukdan tersenyum simpul. Ku pilih baju buat Rita. Lumayan bingung sih coz bajunya bagus-bagus plus mahal-mahal, tapi kualitasnya terjamin ini yang ku suka. Saat mau membawakan baju ke Rita, aku tercengang, hampir tak percaya kalu ternyata disitujuga ada David yang bersamanya. Mereka sedang asyik ngobrol. Aku bingung  mau kesana nggak ya? tanyaku dalam hati. Setelah berfikir cukup lama akhirnya ku memutuskan untuk menghampiri mereka.Ku langkahkan kakiku pelan-pelan.

”Rita!”panggilku pelan,ku nggak menatap David,pura-pura ga’tau

”Eh…Rifka udah dapat?”

”Udah ini.”sambilku menyerahkan baju yang ku bawa.

”Wah bagus sekali Rif! tak ku sangka pilihanmu ternyata ku sukai”katanya sambil tersenyum.

Deg.Aku terperanjat.”Pilihan kamu ternyata ku sukai”kata-kata itu membuat hatiku bergetar hebat,air mukaku berubah.Memang benar…pilihanku disukai olehnya.Mungkin David yang ada disebelahnyajuga kaget mendengarnya.Ku segera menata hatiku agar kembali tenang.Aku pura-pura nggak kenal David

”Oh ya Rifka sampai lupa,kenalin ini David calon suami aku yang pernah ku ceritakan padamu waktu itu.David ini Rifka sahabatku”katanya dengan suara datar.

Kami bersalaman.

”Rifka”

”David”

”Jangan lupa,datang ke acara pernikahan kami,hari jumat pukul 09.00,saya tunggu lho!”

Kata David sambil menatapku

”Insya Allah doakan saja semoga bisa.”kataku pelan dan menunduk

        Kami bertiga pun berbincang-bincang agak lama,tapi tiba-tiba hp ku berbunyi

”Sebentar ya saya tinggal mengangkat telfon dulu.”Mereka mengangguk.dan saya berlalu dari situ .Tak lama kemudian ku kembali lagi.

”Rita ,David maaf ya ku harus pulang sekarang.”

”Memangnya ada apa Rif?”tanya Rita panik

“Ada urusan mendadak di rumah”

“Urusan apa?”

“Kakekku dibawa kerumah sakit,Rita kamu mau pulang bareng aku atau David?”

”Biar nanti rita ku antar”kata David tiba-tiba,.Rita kaget dan menoleh kearahnya.

”Beneran ga’ apa-apa?”Tanya Rita ,David mengangguk

”Kalau begitu saya duluan,Assalamualaikum”

”Waalaikumsalam”

                                                                        …@@@…

Sepulang dari rumah sakit ku rebahkan tubuhku dikasur.Rasa lelah dan kantuk menghampiriku.Ku coba memejamkan mata sebentar,tapi hasilnya nihil,ga’ bisa.Ku berdiri dan mengambil baju ganti lalu menuju kamar mandi.Tiba-tiba…

”kak ada telfon”ujar Mila adikku

”Dari siapa?”

”ga’ ada namanya”

”Coba kau angkat!”perintahku dari dalam kamar mandi

        Kupercepat mandiku.3 menit kemudian ku keluar

”Siapa Mil?”

”Ga’ tau kak,diangkat malah dimatiin.”

”Coba mana hpnya?”

”Dikamar kakak”

        Ku masuk kamar,ku lihat panggilan masuknya,bukannya ini no David?tanyaku dalam hati.ada apa lagi?Bukannya dia sudah tak mempersoalkan hal itu?hatiku semakin sakit bila mengingat kejadian di butik tadi,ku bener-bener cemburu sekali.Kalau akhirnya akan seperti itu ku pasti menolak jika diajak rita.Ku beranjak mendekati jendela,tak lama kemudian hpku berbunyi.Ku angkat.

”Halo”

”Halo”jawab orang yang di telfon

“Ini siapa ya?”tanya ku pelan

”David”

”David???”Tanyaku pelan

”Ya kenapa?kaget?”

”Ga’ cuma ga’ nyangka aja kalo kamu mau telfon ke aku lagi”

”Aku mau tanya!”

”Tanya apa?”tanyaku penasaran

”Kenapa dengan tiba-tiba kamu menghindar dari kami waktu di butik tadi?”

”Menghindar?siapa yang menghindar?”

   ”Ya kamulah! masak aku?”tanyanya dengan nada marah.Membuatku takut aja

”Aku?kapan aku menghindar dari kalian?bukannya aku tadi juga berbincang-bincang dengan kalian cukup lama?apa itu namanya menghindar?”

”Terus kenapa kamu tiba-tiba pulang?”

”Ya ampun David,emang kamu tadi ga’ denger apa kalau aku dapat telfopn?kakekku ada di rumah sakit.Emang seharian telingamu ketinggalan di rumah?”tanyaku dengan nada kesal

”Ya bisa aja itu hanya akal-akalanmu agar bisa menghindar dari kami”

”Akal-akalanku?David… jujur ya sebenarnya apa sih maumu?jangan membuatku marah deh!katakan aja sejujurnya!ga’ usah bertele-tele!”

”Ok.sebenarnya aku mau kamu katakan pada Rita kalau kita sebenarnya udah saling mencintai jauh sebelum dia dijodohkan ma aku!itu aja permintaanku”kata David berharap

”Kamu gila ya David?!”

”Ga’,permintaanku cuma itu kok.jadi gimana?”

”Dengar ya David…sampai kapanpun aku tak akan pernah mau mengatakan yang sebenarnya tentang kita.Karena itu akan membuat dia sakit…”

”Tapi hatimu juga akan sakit”kata dia memotong pembicaraanku.

”Lebih baik hatiku yang sakit,dari pada hatinya yang sakit”kataku dengan mata berkaca-kaca,seakan air mata ini mau tumpah tapi kutahan.

”Apa maksudmu Rifka?”tanyanya dengan suara pelan,berbeda dengan yang pertama tadi.

”Perlu kamu tau David…dia sangat berarti bagiku,tanpa dia, mungkin kita tak kan pernah kenal dan yang pastinya,aku mungkin tak ada lagi di dunia ini.Dan kamu ga’k kan pernah

 Bisa bertemu dengan ku, tentunya kamu juga g’kan pernah mencintaiku .Tiga tahun yang lalu… saat pertama aku masuk disebuah perguruan tinggi, aku mengalami kecelakaan tabrak lari, waktu itu aku mau pulang dari kuliah, karna ga’ ada angkutan umum, terpaksa aku jalan kaki tapi dari arah belakangku ada pengendara motor dengan kecepatan tinggi, sehingga tanpa sadar ia menabrak ku .Ku terpelanting sejauh sepuluh meter, kepalaku terbentur batu, sehingga membuat aku pingsan, darah mengalir sangat deras dan tak lama kemudian, ada orang yang menolongku, dia membawaku ke rumah sakit,Dokter bilang ku kekurangan darah secepatnya, karna kalau tidak segera ,bisa menyebabkan kematian.Orang itu bingung,karena darahnya tak sama dengan darahku,akhirnya ia menelfon anaknya dan menyuruhnya datang untuk mendonorkan darahnya padaku ,karena saat itu pihak rumah sakit kehabisan stok.Akhirnya dia datang dan mau mendonorkan darahnya untukku.

      Aku selamat,dan kamu tau siapa anak itu? dia adalah Rita sahabatku sendiri,sedangkan orang yang menolongku itu adalah ayahnya.Aku sangat berhutang budi padanya. David…Seandainya dia tidak menolongku ,kamu taukan apa yang akan terjadi padaku?David tolong ngertiin aku,mengertilah dengan posisiku saat ini!.”kataku dengan menangis

”Tapi Rif…aku benar-benar ga’ mencintainya…aku hanya mencintaimu…hanya kamu yang ada dihatiku,bukan rita atau orang lain…”lanjutnya dengan suara memelas

”Aku mengerti david,tapi coba kau bayangkan seandainya kamu ada di posisiku saat ini,pasti kamu juga akan melakukan hal yang sama denganku…”

”Tapi rifka…”

”David kamu mencintaikukan ?”

”iya aku mencintaimu…”

”kamu mau melakukan apa pun demi aku?”

”iya Rifka aku akan melakukan apa pun asal kamu bahagia.”

”aku akan bahagia jika kamu menikahi Rita hanya itu salah satu cara yang bisa membuatku bahagia .Kebahagiaan Rita adalah kebagiaanku dan jika itu kebahagiaanku bukankah itu juga kebahagianmu?David…aku mohon dengan sangat …nikahilah rita!.Demi aku?! ”

”Ok aku akan menikahi Rita demi kamu, aku akan melakukan apa saja demi kamu walaupun itu sulit bagi ku .Datanglah pada acara pernikahan nanti ,jika kamu tidak datang, aku tidak akad nikah dengannya…”jawabnya dengan suara tegas,tanpa keraguan sedikitpun,aku lega,akhirnya ia mau melakukan hal itu.

”Baik aku akan datang…”

”Terima kasih ku tunggu hari jumat pukul 09.00 tepat.Assalamualaikum”

”Waalaikumsalam”jawabku.

        Hp ku terjatuh dikasur,ku menangis dan menangis.Air mata bercucuran kepalaku terasa pusing sekali.Dunia terasa hampa bagiku.Inikah jalan yang harus ku tempuh?Aku mau berjalan kearah mana setelah ini Ya Tuhan?Seandainya mereka sudah menikah?Apakah aku kuat melihat mereka berdua?Ya Tuhan bimbinglah aku ke jalan lurus-Mu.

                                                                      …@@@…

 

 

 Jumat pagi 09.00 Wib.Hari ini akan dilangsungkannya acara akad nikah mereka.Dirumah Rita sudah banyak orang datang.Aku masuk rumah Rita,orang tuanya tampak bahagia sekali,mereka mempersilahkanku untuk menemui Rita dikamar.Akupun segera kesana dan aku buka pintu pelan – pelan.

”Rifka ”sapa Rita yang masih duduk didepan cermin, aku tersenyum dan menghampirinya

’Wah…!Kau kelihatan sangat  cantik dengan kebaya ini.aku jadi ngiri dech…”

”Ada-ada saja kamu… eh by the way kapan kamu nyusul aku?”

”Kapan ya…?Ehm…masalahnya belum ada pangeran yang jatuh dari langit he..he..”

”Ngaco kamu!” dia tersenyum, begitu juga denganku.

”Rita cepat kedepan sudah ditunggu sama semuanya”perintah ibunya yang tiba-tiba masuk kekamar.

”Ayo Rita! Sudah ditunggu sama pangeran David.”kataku ngeledek.

Lagi-lagi senyum Rita menghiasi bibirnya,aku berusaha untuk tersenyum. Ya senyum yang ku buat untuk menutupi sakitnya hatiku,aku duduk dibelakang Rita, David datang.ia memandangku sejenak,lalu akupun mengangguk tanda menyetujuinya,lalu dia duduk disamping Rita.15 menit kemudian.

        ”saya nikahkan dan kawinkan David Indra Putra bin Supratman dengan saudari Rita Dwi Lestari binti Handariyanto dengan mas kawin seperangkat alat shalat serta uang sebesar lima juta lima ratus lima puluh lima ribu lima ratus rupiah (5.555.500,-) dibayar tunai”

        ”saya terima nikah dan kawinnya, Rita Dwi Lestari binti Handariyanto dengan mas kawin seperangkat alat shalat serta uang sebesar lima juta lima ratus limalima puluh lima ribu lima ratus rupiah ( 5.555.500,-) di bayar tunai”

        Akad nikah dinyatakan sah.Beberapa orang dari mereka ada yang menangis terharu,akupun juga menitikkan air mata.Kupeluk Rita dengan erat sekali,dia menangis dalam pelukanku, begitu juga denganku”Baarokallahulaki wabaroka ’alaiki  wajama’a bainakuma fii khoir. jadilah kamu istri yang baik baginya agar kamu bahagia dengannya”.bisikku dengan suara lirih dan terisak-isak.aku cium pipinya dan aku peluk sekali lagi.Lalu dia menyalami semua tamu yang hadir,saat David menyalamiku aku gak kuat menatap matanya,aku hanya menunduk dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka serta ucapan terima kasihku padanya.

        Pernikahan ini memang benar-benar terjadi,berarti aku harus pergi dari sini seperti yang aku katakan pada David tempo hari.Aku harus bisa menerima kenyataan ini.Mungkin ini memang yang terbaik buatku,semua yang terjadi adalah kehendak-Nya.Kehendak dari Tuhan yang Maha Adil.Kehendak yang tak seorangpun mampu mengubahnya.Dan aku percaya,bahwa cinta itu tak harus memiliki.

THE END

       

                                                         By:Nur Syamsiyah                                                                                                                                                                                                                        

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s